JURNAL PEMBANGUNAN PERKOTAAN http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOTA MEDAN en-US JURNAL PEMBANGUNAN PERKOTAAN 2338-6754 Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Sebagai Penentuan Kawasan Rawan Banjir di Kota Medan http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/40 <p>Kejadian banjir di Kota Medan yang hampir rata-rata 10-12 kali/tahun sangat &nbsp;dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran lokasi rawan banjir di Kota Medan berupa pemetaan melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis menggunakan software ArcView GIS 3.2a. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder meliputi kemiringan lereng yang diperoleh dari pengolahan data <em>Shuttle Radar Topography Mission</em><strong> (</strong>SRTM), data curah hujan yang diperoleh dari BMKG Sampali Medan dan penggunaan lahan yang diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara. Data tersebut di skoring kemudian di <em>overlay </em>sehingga diperoleh peta rawan banjir di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan Kota Medan memiliki luas 8.236,10 ha (31,07%) tergolong sangat rawan banjir, kategori rawan banjir dengan luas 7.780,73 ha (30,10%), kategori sedang dengan luas 291,35 ha (1,10%), kategori kurang rawan banjir dengan luas 7.024,50 ha (26,50%), dan kategori tidak rawan banjir dengan luas 2.977,32 ha (11,23%).</p> Koko Tampubolon ##submission.copyrightStatement## 2019-02-07 2019-02-07 6 2 63 68 Serangga, Solusi Pangan Masa Depan http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/35 <p>Mengkonsumsi serangga bukanlah sesuatu hal yang baru bagi dunia, termasuk Indonesia, tetapi permasalahan yang muncul adalah adanya persepsi masyarakat yang menyatakan bahwa serangga bukanlah makanan yang layak untuk dikonsumsi, belum termanfaatkannya potensi serangga secara optimal dalam kehidupan sehari-hari dan semakin terbatasnya lahan/lingkungan untuk tempat hidup serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terkait serangga sebagai makan dan memberikan ide/masukan akan manfaat dari kebiasaan memakan serangga (entomopaghy), termasuk potensi ekonomi dan pembudidayaan serangga sehingga masyarakat mengetahui dan memahami kandungan-kandungan gizi yang ada didalam serangga, mengetahui dan memahami manfaat apa yang bisa didapatkan dari entomopaghy dalam memenuhi kebutuhan nutrisi baik protein maupun gizi yang dibutuhkan masyarakat serta mengetahui dan memanfaatkan serangga sebagai salah satu peluang bisnis makanan dan budidaya serangga. Dengan penyampaian informasi terkait serangga dan diversifikasi produk serangga mampu membuat ataupun mengubah persepsi masyarakat terhadap serangga sebagai salah satu sumber protein dan gizi. Oleh karena itu bagi masyarakat yang enggan untuk memakan serangga, diperlukan beberapa inovasi pengolahan makanan berbahan dasar serangga sehingg serangga menjadi sesuatu yang umum untuk dikonsumsi.Selain itu diperlukan juga aturan terkait dengan pemanfaatan serangga secara khusus, mulai dari proses budidaya, proses produksi, penyimpanan dan dari sisi kesehatannya. Upaya promosi yang tepat dan waktu yang tersedia menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan agar mampu mengubah persepsi masyarakat tentang serangga dan menambah penghasilan masyarakat.</p> Pratiwi Girsang ##submission.copyrightStatement## 2019-02-07 2019-02-07 6 2 69 76 KONSERVASI HUTAN MANGROVE DAN PENGEMBANGAN EKOWISATA KAMPUNG MANGROVE DI MEDAN LABUHAN DAN BAGAN SERDANG http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/42 <p>Kajian ini menyajikan ulasan deskriptif mengenai efektivitas pelaksanaan program <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) oleh PT. PERTAMINA (Persero) <em>Marketing Operation Region</em> (MOR) I – Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Medan Group pada Kawasan Hutan Mangrove yang berlokasi di Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan dan Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Kajian ini menganalisis secara kualitatif dari capaian pelaksanaan kegiatan yang dimaksud dari sudut pandang pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati yang dihasilkan dari pelaksanaan program kepada komunitas masyarakat di kedua lokasi penerima manfaat. Secara umum, kegiatan yang dimaksud menjadi landasan yang kuat bagi upaya revitalisasi fungsi ekologi didalam ekosistem hutan mangrove di kedua wilayah melalui pendekatan pengelolaan konservasi dan pelestarian hutan mangrove berbasis <em>collaborative management</em> dan <em>community based tourism</em> kepada kelompok masyarakat setempat.</p> Chandra Chandra ##submission.copyrightStatement## 2019-02-07 2019-02-07 6 2 77 81 ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM REVITALISASI POSYANDU, PEMBERDAYAAN NELAYAN DAN BANTUAN EKONOMI WIRAUSAHA DI KECAMATAN MEDAN LABUHAN KOTA MEDAN http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/43 <p>Sebagai sebuah wacana dalam ilmu sosial dan khusunya studi pembangunan, pemberdayaan masyarakat menempati arti tersendiri dalam upaya mewujudkan pembangunan karena berbagai literature menunjukkan bahwa pemberdayaan telah berhasil mewujudkan tercapainya pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana keberhasilan pemberdayaan masyarakat terhadap peningkatan pelaksanaan posyandu dan peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil di Kota Medan yang diterapkan melalui beberapa program pemberdayaan berbasis bantuan ekonomi. Hasil analisis studi menunjukkan implikasi program revitalisasi posyandu, program pemberdayaan nelyan dan bantuan wirausaha mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan melalui peningkatan kualiatas SDM, peningkatan produksi produk dan peningkatan pendapatan ekonomi. Ketiga program tersebut dalam pelaksanaanya telah mencapai realisasi yang cukup tinggi. Kegiatan revitalisasi posyandu secara umum mencapai realisasi sebesar 83%, sedangkan kegiatan pemberdayaan nelayan dan bantuan wirausaha mencapai realisasi 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa untuk tujuan yang lebih luas peranan pemberdayaan masyarakat berpotensial dalam pencapaian pembangunan suatu daerah.</p> Ricky Andi Syahputra ##submission.copyrightStatement## 2019-02-07 2019-02-07 6 2 82 90 Identifikasi Pangan Unggulan di Kota Medan : Location Quotient dan Dynamic Location Quotient http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/45 <p><em>This </em><em>research was</em><em> aim</em><em>ed</em><em> to determine the percentage of food crop commodity, and determine which food crops are classified as bases in Medan City. This research </em><em>used</em><em> descriptive and analytical method. The data used in this </em><em>research</em><em> are secondary data </em><em>including</em><em> land area, production, and productivity of food crops (rice, corn, peanuts, soybeans, green beans, cassava and sweet potatoes) in Medan City and North Sumatra Province based on time series in 2011-2017 (7 years). The results of Location Quotient (LQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ) analysis show</em><em>ed</em><em> the highest percentage of food crops productivity in Medan</em><em> city</em> <em>was</em><em> found </em><em>on</em><em> cassava commodity </em><em>amount</em><em> 51.43% (</em><em>un</em><em>base). Food commodities that have average value of LQ ≥ 1, </em><em>namely</em><em> rice (1,408); corn (1,061); peanuts (1,387); and green beans (1,559)</em> <em>commodity. The highest average value of LQ and DLQ </em><em>was </em><em>found in the green bean</em><em>s</em><em> commodities </em><em>amount</em><em> 1,559 and 7,109 (base</em><em>)</em><em> respectively.</em></p> Fransisca Natalia Sihombing ##submission.copyrightStatement## 2019-02-07 2019-02-07 6 2 91 94 PENANGANAN PROBLEMATIK BANJIR KOTA MEDAN BERDASARKAN PENDEKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/48 <p>Kota Medan yang merupakan kota terbesar di Kawasan Indonesia Bagian Barat, merupakan kota yang sangat strategis baik secara letak geografis maupun dalam mendukung perkembangan Kawasan Indonesia Bagian Barat. Dalam kebijaksanaan Rencana Tata Raung Nasional, Kota Medan Bersama dengan Binjai, Deliserdang dan Karo (Mebidangro) masuk dalam Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Demikian juga halnya kedudukan Kota Medan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Utara sangat sentral dan memberikan pengaruh terhadap perkembangan daerah-daerah sekitar Kota Medan terutama bagi Kawasan Mebidangro. Oleh sebab itu Kota Medan sangat memerlukan suatu penanganan dan pembangunan yang terencana dengan baik disegala bidang, terutama untuk penanganan banjir yang sering terjadi bila musim hujan datang dan terjadi secara berulang dari tahun ke tahun tanpa ada program penyelesaian yang terbaik. Tujuan kajian ini adalah menghasilkan rekomendasi kebijakan tentang partisipasi masyarakat dalam penanggulangan banjir, berdasarkan survai, kajian literatur dan wawancara singkat.</p> Bhakti Alamsyah ##submission.copyrightStatement## 2019-02-07 2019-02-07 6 2 95 101 POTRET IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS HIGH ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DI SEKOLAH DASAR KOTA MEDAN http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/47 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) di Sekolah Dasar kota Medan. Telah diketahui bersama bahwa penerapan Kurikulum 2013 mengisyaratkan bahwa pentingnya penerapan HOTS pada proses pembelajaran di SD. Oleh sebab itu, perlu dilakukan studi berupa penelitian untuk melihat efektivitas pelaksanaannya di SD. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan ada 2, yaitu metode deskriptif dan evaluatif. Populasi penelitian adalah seluruh SD yang ada di Kota Medan. Sampel penelitian ada 40 SD Negeri yang tersebar di seluruh kecamatan di kota Medan. Data dikumpulkan dengan menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata tingkat keberhasilan guru dalam merumuskan perencanaan pembelajaran berbasis HOTS di SD kota Medan baru mencapai 79,46 meskipun sudah berada pada kategori Baik. (2) Rata-rata tingkat keberhasilan pelaksanaan pembelajaran berbasis HOTS secara keseluruhan berada pada 74,81% dengan kategori Cukup. (3) Rata-rata tingkat keberhasilan perumusan penilaian autentik berbasis HOTS di SD kota Medan berada pada 74,65% dengan kategori Cukup. Dengan demikian, masih diperlukan upaya perbaikan, terutama yang berhubungan dengan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian autentik pembelajaran berbasis HOTS di SD kota Medan</em></p> Elvi Mailani ##submission.copyrightStatement## 2019-02-07 2019-02-07 6 2 102 111 Regresi Linier Berganda Kelembaban Udara dan Intensitas Cahaya Matahari terhadap Produksi Tanaman Padi di Perkotaan http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/44 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelembaban udara dan intensitas cahaya matahari berkorelasi terhadap produksi tanaman padi sawah dan gogo di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode metode deskriptif analisis. Data kelembaban udara, intensitas cahaya matahari dan produksi tanaman padi sawah dan gogo diambil secara <em>time-series </em>(2013-2017) dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan software IBM SPSS Statistic 20. Pengujian penelitian ini meliputi autokorelasi, multikolinearitas, uji F, uji t, koefisien korelasi (r), koefisien determinasi (R). Hasil penelitian menunjukkan setiap peningkatan kelembaban udara 1% dan intensitas cahaya matahari 1% di Kota Medan dari Tahun 2013-2017 akan menurunkan produksi tanaman padi sawah dan gogo masing-masing sebesar 619,04 dan 249,94 ton sedangkan hubungan kelembaban udara dan intensitas penyinaran matahari terhadap produksi tanaman padi sawah dan gogo sebesar 34,10%.</p> Zavandri Purba ##submission.copyrightStatement## 2019-02-07 2019-02-07 6 2 112 116 SINERGITAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM, LINGKUNGAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KOTA MEDAN http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/51 <p><em>Kota Medan sebagai ibukota provinsi Sumatera Utara berperan penting untuk menjadi kota percontohan dalam pengelolaan sumber daya alam yang terintegrasi untuk dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Pada penelitian yang dilakukan hasil kerjasama antara Lembaga Pengabdian Masyarakat Univeristas Negeri Medan dengan Badan Penelitian Pengembangan Kota Medan ingin melihat seberapa besar sinergitas antar SKPD yang ada dilingkungan pemerintah kota Medan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam, lingkungan dan kesejahteraan masyarakat kota Medan. Pada penelitian ini diambil sampel mengenai program yang ada di beberapa OPD/SKPD terkait dengan pengelolaan ruang terbuka hijau yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah OPD/SKPD memiliki pengelolaan ruang terbuka hijau yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan kesejahteraan masyarakat namun dalam implementasi kegiatannya cenderung berjalan sendiri-sendiri dan belum terdapat program sinergitas atau sinergitas program pengelolaan ruang terbuka hijau yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukkan kepada pemerintah Kota Medan untuk memulai sinergitas program atau program sinergitas pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dengan ditunjuknya OPD/SKPD seperti Dinas Lingkungan Hidup sebagai “leading sector” yang mengkoordinasikan dengna OPD/SKPD lain yang memiliki program pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan kesejahteraan masyarakat untuk menjalankan program tersebut secara sinergi agar dapat tercapai sinergitas pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sehingga diperoleh hasil yang maksimal dengan adanya efisiensi dan efektivitas dana dan kegiatan.</em></p> Diky Setya Diningrat Kustoro Budiarta Dadang Mulyana ##submission.copyrightStatement## 2019-02-07 2019-02-07 6 2 117 126 Model Strategi Daya Saing Koperasi Di Kota Medan http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/52 <p>Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menemukan model daya saing koperasi di Kota Medan berbasis kewirausahaan dan secara operasional penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengidentifikasi kondisi <em>human capital</em>, jiwa kewirausahaan, pengalaman bisnis dan manajemen dan pengaruhnya terhadap daya saing koperasi di Kota Medan. 2). Merumuskan model daya saing koperasi di Kota Medan</p> <p>Pendekatan dalam penelitian ini adalah <em>ex post facto</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian adalah pengurus koperasi di &nbsp;Kota Medan sebanyak 100 orang yang diambil secara <em>proportional random sampling </em>dengan memperhatikan faktor wilayah atau lokasi dan faktor jenis koperasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan uji t.</p> <p>Hasil analisis data untuk uji hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa t<sub>hitung</sub> berturut-turut adalah sebesar 3,70 untuk H<sub>1</sub>, 2,19 untuk H<sub>2</sub> dan 2,59 untuk H<sub>3</sub> dengan signifikansi &lt; 0,05. Hasil tersebut membuktikan bahwa : 1) terdapat pengaruh antara human capital terhadap daya saing koperasi, 2) terdapat pengaruh antara jiwa kewirausahaan terhadap daya saing koperasi dan 3) terdapat pengaruh antara pengalaman bisnis dan manajemen terhadap daya saing koperasi. Dengan demikian dapat disimpulkan dalam penelitian ini bahwa :</p> <ol> <li>Terdapat pengaruh antara human capital terhadap daya saing koperasi</li> <li>Terdapat pengaruh antara jiwa kewirausahaan terhadap daya saing koperasi</li> </ol> <p>Terdapat pengaruh antara pengalaman bisnis dan manajemen terhadap daya saing koperasi</p> La Hanu ##submission.copyrightStatement## 2019-02-07 2019-02-07 6 2 127 132