SWEET COFFEE CHIPS : STRATEGI INOVASI PENGUSAHA MUDA PADA ERA BONUS DEMOGRAFI KOTA MEDAN

  • Armila Fazri Nasution FKPM
  • Nurdania Siregar
  • Ratna Gustin Luwahambowo

Abstract

Kota Medan tengah mengalami fenomena transisi demografi dengan kenaikan dua kali lipat jumlah usia produktif bekerja (15-64 tahun). Lokus krusial inilah yang mengarahkan bonus demografi sebagai jendela peluang (windows of opportunity) ataukah jendela bencana (windows of disasters). Jendela ancaman berdampak terhadap peningkatan angka pengangguran yang didominasi oleh generasi milenial. Generasi milenial memiliki peluang terhadap pengembangan ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan melalui entrepreneur muda dengan inovasi sebuah kopi instan diberi nama “sweet coffe chips”. Kopi ini diolah berbentuk chips yang dapat dibawa kemanapun dan dikonsumsi secara instan dengan kelebihan dapat melebur di air secara cepat sehingga sangat prkatis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penilaian responden terhadap sweet coffee chips dan strategi yang digunakan. Metode penelitian dengan Uji Organoleptik dan Analisis SWOT. Hasil uji organoleptik menunjukkan kesukaan terhadap kenampakan bentuk/tekstur sweet coffee chips (100%), warna (85%) dan rasa (98 %). Sementara posisi produk Sweet Coffee Chips dalam matriks posisi SWOT terletak pada kuadran I (7.30, 8.40) sehingga alternatif strategi yang dianjurkan adalah strategi agresif (aggressive strategic).

Published
2021-10-01
How to Cite
Nasution, A., Siregar, N., & Luwahambowo, R. (2021, October 1). SWEET COFFEE CHIPS : STRATEGI INOVASI PENGUSAHA MUDA PADA ERA BONUS DEMOGRAFI KOTA MEDAN. JURNAL PEMBANGUNAN PERKOTAAN, 9(1), 41-46. Retrieved from http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/99