PEMODELAN PETA RAWAN BANJIR ROB DI BELAWAN

  • Ahmad Bima Nusa USU
Keywords: Model, Banjir Rob, Kerawanan, Analytic Hierarchy Process, GIS.

Abstract

Belawan adalah kecamatan yang berada di pesisir utara kota Medan yang paling sering terdampak banjir pasang (rob). Luas daratan yang terdampak banjir rob di kecamatan ini semakin lama semakin luas. Oleh karenanya perlu adanya pemetaan terhadap tingkat kerawanan terjadinya banjir rob agar upaya penanganan dan pencegahan dapat tepat sasaran. Tulisan ini mengalisis daerah rawan banjir rob di Belawan yang dilakukan dengan menggunakan AHP (Analytic Hierarchy Process) dan SIG (Sistem Informasi Geografis). Pemetaan zona kerawanan banjir rob banjir dikembangkan dengan mengintegrasikan konsep AHP dan SIG berdasarkan 9 kriteria: 1. Elevasi. 2. Tata guna lahan. 3. Slope. 4. Jenis tanah. 5. Jarak dari sungai. 6. Jarak dari laut. 7. Aspek. 8. Curah hujan. 9. Drainage density. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa lebih dari 80% wilayah kecamatan Medan Belawan berada pada kerentanan sedang, tinggi dan sangat tinggi. Validasi di lapangan menunjukkan bahwa peta yang dihasilkan dari pemodelan memiliki tingkat akurasi yang cukup memuaskan yaitu mencapai 75%. Peta rawan banjir ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi banjir rob di Kota Medan.

 

Published
2020-11-18
How to Cite
Nusa, A. (2020, November 18). PEMODELAN PETA RAWAN BANJIR ROB DI BELAWAN. JURNAL PEMBANGUNAN PERKOTAAN, 8(1), 23 - 32. Retrieved from http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/72