SURVEI PREVALENSI PEROKOK DI KOTA MEDAN

  • Alam Bakti Keloko Universitas Sumatera Utara
Keywords: Prevalensi Merokok, Pendidikan, Kota Medan

Abstract

Merokok merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan dini yang dapat dicegah, dan masalah kesehatan masyarakat yang paling penting saat ini. Jumlah perokok di Indonesia meningkat selama kurun waktu tahun 1995 – 2013. Kota Medan sudah memberlakukan Perda KTR No. 3/2014 dan Peraturan Walikota Medan Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Namun, hingga saat ini data prevalensi merokok belum tersedia. Metode penelitian yang digunakan adalah desain crossectional dan model pendekatan atau observasi, atau point time approach. Lokasi penelitian di kecamatan di Kota Medan dengan jumlah sampel 453 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi merokok setiap hari di Kota Medan sebesar 55,2% dan sesekali merokok sebesar 14,3% lebih tinggi dari angka nasional yaitu 54% pada tahun 2016. Prevalensi merokok setiap pria sebesar 58,4%, dan 15,3% sesekali merokok, angka ini dibawah angka nasional sebesar 66 % pada tahun 2013. Sementara pada wanita sebesar 7,1%, angka ini termasuk tinggi karena diatas angka nasional sebesar 6.7% pada tahun 2013. Berdasarkan tingkat pendidikan, perokok berpendidikan SD sebesar 63,9%, SMP 68,1%, SMA 59,5% dan PT sebesar 28,1%. Prevalensi merokok pada peserta JKN 54,2% dan bukan peserta JKN sebesar 59,8%. Pengetahuan dan sikap responden tentang rokok dan bahaya merokok sudah baik, namun belum diikuti dengan perilaku sehat tanpa merokok.

Published
2019-12-30
How to Cite
Keloko, A. (2019, December 30). SURVEI PREVALENSI PEROKOK DI KOTA MEDAN. JURNAL PEMBANGUNAN PERKOTAAN, 7(1), 13 - 17. Retrieved from http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/63
Section
Articles