Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Sebagai Penentuan Kawasan Rawan Banjir di Kota Medan

  • Koko Tampubolon Universitas Sumatera Utara
Keywords: Sistem Informasi Geografis, Banjir, Kota Medan

Abstract

Kejadian banjir di Kota Medan yang hampir rata-rata 10-12 kali/tahun sangat  dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran lokasi rawan banjir di Kota Medan berupa pemetaan melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis menggunakan software ArcView GIS 3.2a. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder meliputi kemiringan lereng yang diperoleh dari pengolahan data Shuttle Radar Topography Mission (SRTM), data curah hujan yang diperoleh dari BMKG Sampali Medan dan penggunaan lahan yang diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara. Data tersebut di skoring kemudian di overlay sehingga diperoleh peta rawan banjir di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan Kota Medan memiliki luas 8.236,10 ha (31,07%) tergolong sangat rawan banjir, kategori rawan banjir dengan luas 7.780,73 ha (30,10%), kategori sedang dengan luas 291,35 ha (1,10%), kategori kurang rawan banjir dengan luas 7.024,50 ha (26,50%), dan kategori tidak rawan banjir dengan luas 2.977,32 ha (11,23%).

Published
2019-02-07
How to Cite
Tampubolon, K. (2019, February 7). Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Sebagai Penentuan Kawasan Rawan Banjir di Kota Medan. JURNAL PEMBANGUNAN PERKOTAAN, 6(2), 63 - 68. Retrieved from http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/40
Section
Articles