PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP TROTOAR DI KOTA MEDAN (Studi Kasus : Koridor di Kawasan Bisnis/Wisata/Komersial, Koridor di Kawasan Perkantoran, dan Koridor di Kawasan Permukiman)

Studi Kasus : Koridor di Kawasan Bisnis/Wisata/Komersial, Koridor di Kawasan Perkantoran, dan Koridor di Kawasan Permukiman

  • Cut Nur aini Institut Teknologi Medan
  • Husni Thamrin
  • Meyga Fitri Handayani
Keywords: Trotoar, Pejalan Kaki, Persepsi, Kawasan Kota

Abstract

Fasilitas umum seperti trotoar memiliki tingkat penggunaan yang cukup tinggi, terutama di beberapa kawasan khusus di kota Medan. Sayangnya, penggunaannya banyak yang tidak sesuai dengan fungsi trotoar sebagai jalur khusus bagi pejalan kaki. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah masyarakat mengerti fungsi trotoar atau tidak? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat pengguna trotoar di kota Medan khususnya di tiga koridor kawasan yaitu koridor trotoar di kawasan bisnis/wisata/komersial, koridor trotoar di kawasan perkantoran, dan koridor trotoar di Kawasan Permukiman. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif yang menterjemahkan angka-angka ke dalam bentuk narasi deskriptif untuk menjelaskan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang fungsi trotoar terutama terkait empat komponen, yaitu 1) kondisi fisik; 2) ketersediaan streetfurniture; 3) pemanfaatan; dan 4) kebutuhan. Temuan paling kontras di temukan di kawasan permukiman, bahwa dalam persepsi masyarakat trotoar adalah tempat parkir kendaraan. Sebagian masyarakat di kawasan bisnis/komersial menganggap bahwa trotoar adalah sebagai tempat perluasan area dagang. Di kawasan perkantoran, trotoar bagi masyarakat adalah area tempat menunggu angkutan, tempat mengobrol, dan parkir kendaraan. Menurut persepsi masyarakat, kondisi fisik trotoar, ketersediaan streetfurniture, serta pemanfaatan trotoar di kawasan bisnis/wisata/komersial tergolong dalam kategori cukup baik, sedangkan di kawasan perkantoran tergolong dalam kategori baik. Untuk kawasan permukiman, kondisi fisik trotoar, ketersediaan streetfurniture, serta pemanfaatan trotoar tergolong dalam kategori kurang baik.

Published
2021-10-01
How to Cite
aini, C. N., Thamrin, H., & Handayani, M. (2021, October 1). PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP TROTOAR DI KOTA MEDAN (Studi Kasus : Koridor di Kawasan Bisnis/Wisata/Komersial, Koridor di Kawasan Perkantoran, dan Koridor di Kawasan Permukiman). JURNAL PEMBANGUNAN PERKOTAAN, 9(1), 59-68. Retrieved from http://ejpp.balitbang.pemkomedan.go.id/index.php/JPP/article/view/111